Feeds:
Pos
Komentar

bismillaah

Dari Abdillah bin Mas’ud radhiyallahu anhu ia berkata: telah bersabda rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: “Maukah kamu aku tunjukkan orang yang diharamkan neraka baginya? Para sahabat menjawab: tentu saja wahai Rasulallah! Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab: “(Haram tersentuh api neraka orang yang) Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl“.

Lalu mungkin muncul pertanyaan dalam benak kita siapa itu Si Hayyin, Si Layyin, Si Qaribin, dan Si Sahlin Yang Tidak Bisa disentuh oleh Api Neraka itu? Di bawah ini akan kami jelaskan:

Siapa Si Hayyin itu?

Si Hayyin adalah orang yang memiliki sifat tenang dan berwibawa, baik pada sikap lahir maupun batinnya. Tidak labil atau tidak mudah tersulut emosi (ini karena kedalaman ilmunya tentang agama), tidak grusa-grusu dalam segala hal, dan senantiasa penuh pertimbangan. Tidak gampang mencaci, melaknat dan tidak gampang ngamuk hanya karena tersulut berita yang sampai padanya.

Siapa Si Layyin itu?

Si Layyin itu adalah orang yang lembut dan penuh kasih sayang, baik dalam bertutur-kata atau pada perbuatannya, taukah kamu wahai saudaraku? Bahwa Si Layyin itu tidak pernah berbuat kasar atau melakukan perbuatan semau gue, tidak suka marah-marah pada saudaranya muslim tanpa alasan yang syar’i. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesamanya.

Siapa Si Qaribin itu?

Si Qaribin itu adalah orang yang mudah untuk diajak berteman, ia suka menyambung silaturahmi, mudah akrab dengan seseorang, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang mengajak bicara. Biasanya murah senyum, jika bertemu dengan saudaranya muslim wajahnya berseri-seri dan enak dipandang, suka menebarkan salam baik kepada orang yang ia kenal atau pada orang yang belum ia kenal.

Siapa Si Sahlin itu?

Si Sahlin adalah orang yang suka mempermudah urusan orang lain, tidak suka mempersulit sesuatu. Si Sahlin ini selalu menawarkan solusi bagi setiap permasalahan. Tidak suka berbelit-belit, tidak menyusahkan dan membuat orang lain lari dan menghindar.
Empat Kelompok orang inilah yang dijelaskan dalam hadits yang termasuk diantara orang yang nanti akan terhindar dari api neraka yang menyala-nyala, yang Keempat-empatnya memiliki makna yang saling melengkapi dalam bingkai akhlak yang terpuji.

Mari kita senantiasa Berdoa kepada Allah yang maha memberi petunjuk semoga kita termasuk semua golongan yang tersebut di atas..In syaa Allah Aamiin…..

Sumber : Fb. Kaska Kaska

Hikmah

Ketika ingin selalu dimudahkan dalam menapaki kehidupan ini, berbuat baiklah

Orang yang bersungguh” di jalan Kami, maka Kami akan tunjukkan jalan” yang mudah bagi Kami . Sesungguhnya Allah senantiasa berserta dengan orang” yang berbuat kebaikan.
Surat Al Ankabut , ayat 69

1. Bahasa Indonesia

https://forms.gle/7xzY8pcDpVP2qac1A

2. PKN

Google Form :

https://forms.gle/rsJHMj4TDAMATxD37

3. Matematika
Google Form :

https://forms.gle/A8E9aDC9D3sqQWun9

Quizziz : https://quizizz.com/join/quiz/60541f4be9ea8c001b8dd6d1/start?studentShare=true

4. Bahasa Inggris
Google Form : School party

https://forms.gle/icLHFVdqb2eN7zif6

5. Bahasa Arab
Warna buah

https://quizizz.com/join/quiz/600406032e2209001dcd938d/start?studentShare=true

6. Aqidah Akhlak
Asmaul Husna

https://quizizz.com/join/quiz/60b4d37de4ff02001b28c891/start?studentShare=true

7. PAI
Menuntut ilmu dan hidup bersih

https://quizizz.com/join/quiz/6037364f5579a8001bed66d6/start?studentShare=true

SAAT-SAAT TERAKHIR..

Pernahkah kamu bertanya-tanya.. Di pangkuan siapakah nanti kamu akan menghembuskan nafas terakhirmu? Pertanyaan yang ngeri ya? Padahal seharusnya ini adalah pertanyaan yang paling manis. Karena berbicara tentang siapa yang paling berhak menjadi sandaran kepala kita ketika ruh kita hendak berpisah dari jasad, adalah pembicaraan perihal cinta. Si dia tempat kita bersandar terakhir haruslah orang yang mencintai kita dengan sungguh-sungguh. Yang ketika kita menghadapi sakaratul maut, dia tau apa yang musti dia lakukan. Bukan sekedar menangis, bukan sekedar merengek terisak sambil menyebut nama kita untuk jangan meninggalkannya. Dia harus bisa mentalqin kita dengan kalimah thayibah; LAA ILAAHA ILLALLAAH..

Mentalqin hamba yang sedang menghadapi perjuangan terakhirnya, butuh ilmu dan bimbingan. Siapa tahu kekasihmu wafat dalam pelukmu. Siapa tahu kekasihmu meregang nyawa ketika sedang berada dalam pangkuan atau dekapmu.

Sudah banyak kisah, ketika nafas seorang ayah tersengal-sengal menjemput ajalnya, anak-anaknya hanya bisa menangis, tak tahu harus bagaimana berbuat dan memperlakukan ayahnya. Jutaan cerita ketika seorang istri tak lagi bisa berkata apa-apa, hanya menetes air mata sambil berbisik menitipkan buah hatinya agar dirawat dan dibesarkan ayahnya dengan kasih sayang.. Suaminya hanya bisa menatap iba, tak keluar sepatah kata pun sebagai pesan terakhir untuk diucapkan istrinya menjemput akhir hidupnya.

Sebuah wasiat indah, pengantar ruh menuju surga. Dari manusia paling utama yang namanya senantiasa disebut-sebut dengan penuh kasih sayang di setiap keping zaman; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berpesan,

“Talqinlah (diktelah/ tuntunlah) seseorang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat: ‘Laa ilaaha illa Allah..” (Hadits Shahih Riwayat Muslim)

Sungguh, kalimat yang terakhir diucapkan seorang hamba ketika menjelang wafatnya haruslah kalimat yang paling bagus, paling indah, paling utama. Dan tidak ada kalimat yang lebih indah daripada kalimat “Laa ilaaha illa Allaah..”

Karena, kalimat inilah yang menjadi sebab Allah memasukkan seseorang ke surga, ketika kalimat ini menjadi kata-kata terakhir yang keluar dari lisannya menjelang ajal. Beliau bersabda,
“Barangsiapa yang ucapan terakhirnya adalah “Laa ilaaha illa Allah” maka dia akan masuk surga..” (Hadits Shahih Riwayat Abu Dawud)

Lantas bagaimana cara mentalqin seorang hamba yang sedang hadapi ajalnya? Apakah kita bacakan ayat-ayat dari Al Quran, bacakan tahlilan, atau berulang-ulang kita bisikkan kalimat “Laa ilaah illa Allaah..?” Tidak. Cukup sekali saja membisikkannya. Perhatikan, apakah dia bisa menirukannya. Jika sudah bisa menirukan, tahan lisan. Jangan sampai dia berkata-kata lagi selain “Laa ilaah illa Allaah..” Kalau dia mengigau lagi atau mengucapkan kata-kata, tunggu diamnya, bisikkan lagi “Laa ilaah illa Allaah” sampai kamu tau dia menirukannya. Begitu seterusnya sampai ruhnya terlepas dari jasadnya, sehingga kata-kata terakhir yang keluar dari lisannya adalah, “Laa ilaah illa Allaah..” Dan dia menjemput kemenangan meraih husnul khatimah..

Mudah-mudahan Allah karuniakan kepada kita semua husnul khatimah dan masuk surga semuanya.. Berkumpul dengan keluarga dan kekasih yang kita sayangi..

Magelang semilyar kenangan, Purnama Rajab 1437.

Allahumma ahyina alal islami wassunnah wa amitna alal islami wassunnah..

Magelang, 1 Dzulhijah 1442

Fb Eko Prast Temanggung Semilyarkenangan

Oleh: Dr. Widya Murni MARS, Dipl of IHS

Perkenalkan saya seorang dokter umum yg praktek dalam bidang ilmu integrative & functional medicine, lebih khusus lagi di bidang anti-aging medicine berbasis hormon. Dalam ilmu ini, kami senantiasa mencari root of cause (akar penyebab) untuk memberi pengobatan bukan sekedar penurun gejala. Setiap terapi yg diberikan harus berasal dari root of cause nya, seperti halnya kekurangan vitamin D.

Saya terpaksa membuat tulisan ini dgn niat baik untuk menyebarkan paradigma baru penggunaan dosis tinggi vitamin D untuk pencegahan dan pengobatab covid-19. Memang vitamin D bukan satu-satunya pendukung innate & adaptive immune system, tapi jika kita memiliki kadar vitamin D yg rendah dan terkena covid-19, maka akan terjadi sulit sembuh, dan bahkan sering terjadi gagal napas sehingga harus dirawat di ICU, bahkan terjadi kegagalan multiorgan dan kematian.

No one should be die with corona virus. Kata seorang ahli, harusnya tidak ada seorangpun meninggal dengan covid-19, jika tertangani dgn baik tentunya.

Saya juga berkenalan dgn ilmu integrative cancer medicine, di mana dalam ilmu ini kita harus menjaga kualitas hidup pasien kanker dgn menjaga kadar vitamin D berada pada sekitar 100 ng/mL. Sudah banyak pasien kanker yg menikmati kualitas hidup yg lebih baik dgn menjaga tingkat vitamin D sekitar 100 ng/mL ini.

Sebelum pandemi datang awal Januari 2020, saya menghadiri sebuah acara di Kuala Lumpur yg diselenggarakan MAAFIM, organisasi Malaysia Asociation of Functional & Interdisiplinary Medicine. Acara yg berusaha dihadiri semua bintang ilmu Integrative & Functional Medicine dari Malaysia dan bahkan pembicara asing kelas dunia ini, membuat saya mengalahkan keinginan berlibur. Beruntung sekali saya hadir bersama kedua kawan dari Indonesia, yaitu DR. Amarullah H Siregar dan isterinya Dr. Rachmi Primadiati, menikmati hidangan aneka topik dari narasumber pilihan yg tampil pada acara itu.

Salah satu topik penting yg ditampilkan adalah The Miracle Of Vitamin D yg dibawakan oleh Dr. Renu Mahtani dari India, yg merupakan murid langsung Dr. Cicero Coimbra dari Brazil. Keduanya merupakan pakar dalam pengobatan autoimmune dgn menggunakan dosis tinggi vitamin D. Bisa dilihat youtube Dr. Renu Mahtani dan social media Coimbra Protocol yg terkenal itu.

Menurut Dr. Renu Mahtani, the real global pandemi saat ini adalah low vitamin D. Ini sebelum pandemi covid-19 datang. Bukan hanya yg di negara barat semata orang jarang berjemur, tapi di sejumlah negara tropis pun di mana sinar matahari gratis, orang tidak pernah membiasakan diri berjemur untuk menjaga kadar vitamin D yg optimal.

Walaupun range normal vitamin D yg dipakai oleh sebagian besar negara di dunia sekitar 30-100 ng/mL, jika kita ingin memiliki sistem imun optimal, jangan biarkan tingkat vitamin D hanya berkisar di 30 saja. Kadar vitamin D yg kurang dari 30 ng/mL ini membuat kita mudah kena influenza epidemik (dan pasti covid-19). Karena sebenarnya batas bawah kadar 20 ng/mL itu hanya dimaksud untuk mencegah penyakit Rickets yg mungkin saat ini sudah sukar ditemukan. Sementara itu, jika kita ingin mencegah patah tulang, serangan jantung, dan osteoporosis dan TBC, kita harus punya kadar vitamin D di atas 40 ng/mL. Dan bila kita ingin mencegah diabetes dan bahkan semua kanker, kita harus memiliki kadar vitamin D 60 ng/mL.

Dr. Coimbra bahkan mengatakan, jika kita menginginkan sistem imun kita optimal, kita harus memiliki kadar vitamin D 100 ng/mL. Dan untuk mencapai kadar ini, tidak akan cukup jika kita hanya mengkonsumsi vitamin D dengan dosis 1000 iu per hari. Setidaknya, kita harus mengkonsumsi vitamin D dosis 10.000 iu per hari. Penggunaan dosis 1000 iu itu tak ubahnya seperti UMR, sangat susah bertahan hidup. Apalagi jika kita sudah menderita Covid-19, jangan gunakan dosis 1000 iu ini, akan lebih lama sembuhnya.

Berbekal ilmu dari Dr. Coimbra dan Dr. Renu Mahtani ini, dengan penuh percaya diri saya mencegah covid dengan dosis 10.000 iu dan bahkan ada protokol Dr. Brownstein membantu pengobatan banyak pasien covid hanya dengan vitamin D oral dosis tinggi 50.000 iu. Bahkan, tak jarang saya menginjeksikan vitamin D dosis 600.000 iu, cara yg dulu hanya saya gunakan untuk boosting kadar vitamin D pada pasien kanker semata. Prinsipnya jika tidak gunakan injeksi, akan sangat lama perbaikan kadar vitamin D mendekati nilai 100 ng/mL.

Ilmu integrative lain yg diaplikasikan adalah dengan penggunaan Infus Nutrisi vitamin C yg langsung dipelajari dari Bapak Vitamin C dunia, Dr. Thomas Levy dari Riordan Clinic, Kansas USA, dalam bentuk sodium ascorbic minimum dosis 30 gram. Ini dulu hanya kita gunakan pada pasien kanker semata. Namun, pandemi saat ini membuat kita harus dihadapkan pada pilihan sekaligus mengejar waktu dalam dua minggu pasien harus sembuh atau meninggal.

Dengan ilmu dosis tinggi vitamin D dan vitamin C ini kita bisa menyembuhkan pasien covid dalam 3 hari hingga 1 minggu saja tanpa penyulit. Lebih dari itu, pasien cukup isoman di rumah, tidak usah berebutan masuk RS yg juga sudah habis kapasitasnya, serta tak perlu ketakutan yg selalu meliputi setiap pasien maupun keluarga.

Banyak dokter takut memberikan dosis tinggi dengan alasan, karena vitamin D ini harus diaktivasi di hati dan ginjal, sehingga konon bisa memicu gagal ginjal. Sebenarnya ini info hoax yg dipercaya sebagian dokter yg kurang memahami dan memiliki pengalaman dalam pengobatan dengan ilmu vitamin D. Ketakutan penggunaan dosis tinggi vitamin D adalah terjadinya hiperkalsemia, atau kelebihan penyerapan kalsium yg mungkin dianggap bisa menyumbat pembuluh darah, karenanya untuk atasi hal ini, pada mereka dengan resiko thrombosis atau pengentalan darah bisa disertai vitamin K2, atau nattokinase dan serrapeptase sebagai anti kekentalan darah alami.
Beberapa individu yg sudah memantain gut microbiome dgn baik dgn mengonsumsi probiotik multistrain (komunitas, atau probiotik siklus) tentu tidak membutuhkan tambahan vitamin K2 atau pengencer darah alami ini.
Tambahan lain yg penting karena biasanya vitamin D rendah pada mereka yg mengalami kekurangan Magnesium, padahal pentinya Magnesium ini merupakan zat yg menjadi penentu utama pada banyak reaksi biokimia pada tubuh kita, termasuk kekurangan magnesium bisa ditemukan pada mereka dgn keluhan suka sakit kepala, pegal linu, diabetes, penyakit jantung, stroke dan bahkan kanker.

Tidak hanya itu saja, dgn menjaga kadar vitamin D dosis tinggi pada semua karyawan, termasuk diri sendiri dan seluruh anggota keluarga, Alhamdulillah saya bisa melakukan praktek selama pandemi tanpa ketakutan, tidak tertular dan menularkan virus kepada orang lain yg kita cintai, termasuk pasien.

Terakhir, vitamin D jangan diharapkan semata diperoleh dari makanan, apalagi dari susu. Sebab, hanya 20% saja vitamin D bisa ditingkatkan dari sumber makanan. Dan juga, jangan hanya mengharapkan vitamin D didapat gratis dari sinar matahari, karena setiap orang ternyata memiliki kadar vitamin D receptor yg ber-beda2 responsnya.

Vitamin D memang bukan vitamin biasa, melainkan sebuah hormon, yg hanya diperlukan sedikit, bisa mempengaruhi banyak hal. Dan reseptor vitamin D terdapat hampir di semua organ, sehingga semua keadaan penyakit komorbid yg kita miliki, hampir pasti diakibatkan oleh kekurangan vitamin D.
Adapun konsumsi vitamin D oral, akan lebih baik penyerapannya jika dikonsumsi bersama lemak yg baik, misalnya Virgin Coconut Oil (VCO) atau virgin olive oil.

Saat ini kami ada sekitar 400 orang dokter yg tergabung dalam komunitas Functional Medicine Indonesia, telah mengaplikasikan ilmu High dose vitamin D dan vitamin C untuk mengatasi covid-19.
Semoga setiap dokter Indonesia bisa membuka mata dan wawasannya agar bukah hanya untuk pencegahan dan pengobatan covid semata kita membutuhkan vitamin D. Tapi pre dan pasca vaksin kita tetap membutuhkan optimalisasi sistem imun agar innate & adaptive immune system kita berfungsi dgn sempurna.

Terakhir, kita diharap bisa ikut berkontribusi mengakhiri pandemi dgn menjaga tingkat vitamin D semua orang tercinta mendekati 100 ng/mL, melalui pemberian dosis minimal 10.000 iu per hari. Namun, pada saat sakit covid, dibutuhkan vitamin D oral dosis lebih tinggi sekitar 50.000 iu per hari.

Tentunya tulisan ini bertujuan bukan agar semua orang bisa mengobati sendiri sakitnya, tapi carilah Dokter yg bisa meresepkan dosis tinggi vitamin D dan C agar pemulihan akibat covid-19 bisa dimungkinkan lebih mudah dan murah.

Jika kadar VIT D3 kita terlalu rendah mendekati batas 30 ng/mL (batas rendah terbawah), mari kita menaikkannya dgn suntikan VIT D3 dosis 600.000 iu. Tentu setelah itu, kita harus tetap memaintain konsumsi vitamin D dosis oral minimal 10.000 iu untuk mengurangi lama hari sakit, perawatan, ICU, dan bahkan mengurangi kematian.

Vitamin D ternyata banyak mengaktifikan Gen antivirus sehingga ia mampu mencegah dan mengobati covid-19 lebih cepat dgn biaya relatif murah, mudah, dan aman.

Semoga kita semua ikut berkontribusi mengakhiri pandemi segera.

Dr. Widya Murni MARS, Dipl of IHS
Anti Aging Hormone Certified (International Hormone Society), Integrative & Functional Medicine
Pendiri Komunitas FMI
Functional Medicine Indonesia.

Jakarta, 5 Maret 2021

Keyword : vitamin D, K2, magnesium, vitamin C untuk pencegahan dan pengobatan covid-19.

Di dalam paru-paru terdapat jalur yang bercabang-cabang.
Dan pada ujung cabangnya terdapat alveolus yang bentuknya mirip anggur.

Disinilah terjadi pertukaran antara oksigen yang kita hirup dengan CO2 yang akan dibuang keluar.

Semakin lama durasi interaksi antara oksigen yang kita hirup dengan alveolus ini, maka akan semakin banyak pula oksigen yang terserap.

Naahh,
Kapan kira-kira waktu interaksi terpanjang antara alveolus dan oksigen itu terjadi…?

Salah satu jawabannya :

Yaitu pada saat shalat dan Tilawah Al Qur’an.

Jadi,
Pada saat Shalat dan Tilawah, kita menghirup udara dalam-dalam tapi mengeluarkannya dengan perlahan-lahan.
Pada saat itulah durasi interaksi antara alveolus dan oksigen sangat panjang, sehingga oksigenpun terserap maksimal.

Para ilmuwan memberi istilah pada peristiwa ini dengan sebutan SEWOT, tapi bukan sewot versi Indonesia ya…

SEWOT itu singkatan dari Shalat is Excercise With Oxigent Therapy.

Ada juga ilmuwan yang mengatakan : “Humming is good for your health.”
Bergumam itu baik untuk kesehatanmu.

Itulah mengapa orang muslim yang rajin Shalat dan Tilawah Al Quran terlihat bercahaya pada wajahnya dan lebih sehat.

Dan juga sangat baik untuk penyembuhan penyakit karena kebutuhan manusia yang paling esensial yaitu oksigen dapat terpenuhi secara optimal.

Ternyata,
Orang muslim itu panen oksigen setiap kali Shalat dan Tilawah Al Quran
MASYA ALLAH…
TABARAKALLAH…

Wallahu’alam bishawab…

Barakaallahu Fiikum.

🖥️ Sumber:
Al Mufid Holistic Institute.

Semoga bermanfaat…

~ ❤️ ~ 🌷~ ❤️ ~ 🌷 ~ ❤️ ~

Tentang virus

Bismillah…

Sepengetahuan ana -sebagaimana yang dikatakan Shinshe Abu Muhammad-semoga Allah menjaganya- bahwa virus itu dikatagorikan faktor patogen luar dan sindrom penyakit yang dideritanya adalah sindrom luar.

Cara pandang pengobatan tradisional klasik itu adalah penyakit yang masih di luar (belum sampai ke Organ) ini merupakan penyakit yang ringan bukan penyakit mematikan.

Pola penyakit sindrom luar itu diantaranya adalah flu, batuk, demam, sakit tenggorokan, kadang pusing, takut dingin, mual, dll.

Cara pandang ini tidak sama dengan pengobatan konvensional

Karena terkadang menurut pengobatan klasik ini berat namun menurut konvensional ini ringan dan kadang sebaliknya menurut ini ringan dan menurut yang itu berat.

Kalau virus ini tergolong penyakit ringan, Namun kenapa dapat menyebabkan kematian?

Hal ini dikembalikan kepada Qalbu si-penderitanya. Kuat tidak melawan penyakit tersebut.

Klo dia kalah dalam pergulatan batin melawan penyakit itu maka akan hadir ketakutan, khawatir, panik, dan kecemasan yang kita tahu bahwa hal itu dapat melemahkan daya tahan tubuh seseorang (imunitas tubuh menurun)…

Hal tersebut pernah terjadi pada seorang Arab Badui yang Nabi -ﷺ- pernah menjenguknya, padahal penyakitnya hanya demam. Namun dirinya kalah dan beranggapan negatif pada dirinya sehingga mati dengan sikapnya itu, bukan karena penyakitnya

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ فَقَالَ لَا بَأْسَ عَلَيْكَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ قَالَ قَالَ الْأَعْرَابِيُّ طَهُورٌ بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ تُزِيرُهُ الْقُبُورَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَعَمْ إِذًا

Bahwa Rasulullah -ﷺ- pernah menjenguk seorang arab badui yang sedang sakit. Beliau katakan: “Kamu tidak apa-apa, Insya Allah baik-baik saja.” Lantas si arab badui menjawab, “Apa! Tidak apa-apa?! Bahkan ini adalah demam yang menggelegak atas orang yang sudah tua renta yang menghantarkannya kepada kuburan.” Maka Nabi -ﷺ- berkata: “Semoga iya, kalau begitu.”

HR. Bukhari, kitab Tauhid, bab Al-Masyi’ah wal Iradah, no.7470,

Dalam Syarahnya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani-rahimahullah-membawakan riwayat dari at-Thabari, Ibnu Sakan, Ad-Daulabi, dan Abddurrazzaq, bahwa orang Arab Badui tadi di pagi harinya langsung wafat.

أن الأعرابي المذكور أصبح ميتا…

‘Bahwa orang Arab Badui tersebut dipagi harinya meninggal’

Lihat: Fathul Bari, 10/230.

Dalam hadits ini banyak faedahnya, diantara yang sangat kita berhajat dengannya adalah menganggap ringan segala penyakit badan

Sabda Nabi-ﷺ-diriwayat lain masih di Shahih Bukhari dan kisah yang sama pula dari sahabat yang sama pula Ibnu Abbas -radhiallahu anhu-, di bab Al-Mardhaa, no. 5656 ada tambahan lafadz…

َ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Setiap kali beliau menjenguk orang sakit, maka beliau akan mengatakan kepadanya: “Tidak apa-apa, Insya Allah baik-baik saja.”

Lihatlah sikap beliau -ﷺ-, klo melihat orang sakit selalu menganggapnya ringan… meskipun itu terlihat parah namun tetap aja ringan, karena selama belum merusak Aqidahnya berarti itu masih ringan…

Demikian pula ketika datang seorang wanita yang berkulit hitam yang menderita penyakit (sejenis epilepsi/ayan). Dengan tenang dan sederhananya Nabi -ﷺ- menyikapi penyakit wanita tersebut dengan ungkapan;

قَالَ « إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ » . فَقَالَتْ أَصْبِرُ .

“Jika engkau mau sabar, bagimu surga. Jika engkau mau Aku akan berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu”, Wanita itu pun menjawab, “Aku memilih bersabar.”
HR. Bukhari no.5652, Muslim no.2576.

Lihatlah sikap beliau-ﷺ- ini! Menyederhanakan penyakit badan bahwa penyakit badan itu hakekatnya ringan; seberat apapun itu.

Termasuk dengan wabah yang menyebar pun, beliau -ﷺ- menyikapinya dengan sederhana.

Beliau -ﷺ-bersabda:

الطَّاعُونُ شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

“Penyakit Tha’un (wabah yang menyebar) dapat menjadikan mati syahid bagi setiap muslim.”
HR Bukhari no.5732, Muslim no.1916.

Seharusnya hal ini menjadi kabar gembira bagi setiap muslim, bukan justru ketakutan menghadapinya.

KLO takut berarti dia takut pula menghadapi mati syahid…

Jika sekiranya dikaitkan dengan Jihad, karena dalam hadits dikaitkan dengan syahid sementara syahid itu adanya di Medan perang, maka apakah dia tidak termasuk seperti orang yang takut perang/ lari dari Medan perang?!

Adapun mengenai mengambil sebab (الأخذ بالأسباب)

Upaya yang bisa dilakukan jika ada penyakit yang dapat menular adalah

[1] Jaga Jarak; tidak bersentuhan langsung dengan penderita

ٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الشَّرِيدِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كَانَ فِي وَفْدِ ثَقِيفٍ رَجُلٌ مَجْذُومٌ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَ فَارْجِعْ

“Dalam delegasi Tsaqif (yang akan Dibai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) terdapat seorang laki-laki berpenyakit kusta. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirim seorang utusan supaya mengatakan kepadanya: “Kami telah menerima bai’at Anda. Karena itu Anda boleh pulang.”
HR. Muslim no 2231.

[2] Jaga daya tahan tubuh

Kaidah dari Al-Imam Ibnul Qayyim-rahimahullah- adalah

حفظ القوة مقدم على الحمية

Menjaga Energi vital (daya tahan tubuh) lebih diutamakan ketimbang berpantang (tindakan preventif)

Lihat: Al-Fawa-id, bab Faidah Jaliilah bagian ke-5, hal.174.

Menurut pengobatan tradisional klasik upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuhnya atau sistem imunitasnya adalah cukup sederhana yaitu cukup dengan mengonsumsi teh kunyit.

Resep ini (Wedang kunyit) ana dapatkan dari Shinshe Suhendri

Cara bikin teh kunyit: bisa ambil satu ruas kunyit sebesar telunjuk, bisa diparut lalu seduh dengan air panas tambahkan 3sdm madu atau bisa juga direbus. Rebus dengan dua gelas air sisa separuhnya…atau kapsul kunyit; pagi satu sore satu.

Konsumsi itu selama 11 hari, pagi sore

Sekian. Semoga bermanfaat…

Ustadz Ahmad Milda Lc.

KEHORMATAN PALSU

Oleh Ustadz Satria Hadi Lubis

Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang gurunya Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya

Sang mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi.

Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi, “Apakah kau bisa menyediakan minuman arak untukku?”

Rumi kaget mendengarnya, “Memangnya guru juga minum?”

“Iya”, jawab Syams.

Rumi masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini.”

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah.”

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya.”

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.”

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman arak tersebut.”

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman haram?”

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur.”

Karena kecintaan pada gurunya, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah dan berjalan ke arah pemukiman kaum nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat membeli botol minuman kemudian ia sembunyikan di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin Rumi yang setiap hari jadi imam sholat kalian baru saja pergi ke perkampungan nasrani dan membeli minuman keras..!”

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!”, orang itu berkata lantang dan provokatif.

Orang-orang mulai marah besar bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga surban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya.

Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi, “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan.”

Seseorang dari mereka masih mengelak dan bicara menantang.

“Itu bukan cuka, itu arak. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Rumi membelinya di kedai arak”, katanya

Lalu Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya.

Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang benar-benar cuka.

Rupanya sang guru sebelum pergi ke rumah Rumi terlebih dahulu mampir ke toko minuman arak tersebut dan berpesan jika Rumi datang membeli arak maka berikanlah botol ini padanya, (botol yang terlebih dulu sudah di isi cuka oleh sang guru).

Mereka lalu memukuli kepala mereka sendiri sebagai tanda penyesalan dan meminta maaf kepada Rumi. Lalu pelan-pelan mereka pergi satu demi satu sambil menahan malu.

Rumi berkata pada Syams,
“Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri di depan umatku. Apa maksud semua ini?”

“Agar kau mengerti bahwa kehormatan umat dan wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata.

Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi..?

Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu.

Inikah penghormatan yang selama ini kau bangga-banggakan dan perjuangkan yang akhirnya lenyap hanya dalam sesaat.

Maka mulai hari ini berhentilah untuk mencari penghormatan dari sesama manusia dan bersandarlah pada Zat yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

Mulai hari ini bersandarlah hanya kepada Allah SWT saja. Dia Yang Maha Tahu Siapa manusia yang benar-benar terhormat dan siapa yang palsu.” kata Syekh Syams menasehati muridnya.

Semoga kita dapat memetik hikmahnya.

Oleh : Ust. Satria Hadi Lubis

Ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di Mekah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa?” kata malaikat.
“Itu kehendak Allah,” jawab malaikat yang satunya lagi.
“Siapa orang tersebut?” kata malaikat pertama. “Dialah Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang),” jawab malaikat yang satunya lagi.

Mendengar ucapan itu, Abdullah bin Mubarak langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi langsung menuju kota Damsyiq, Siria. Sampai disana, ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.

“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh, “Benarkah Anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Abdullah bin Mubarak. “Betul, siapa tuan?” jawab Sa’id. “Aku Abdullah bin Mubarak,” kata ulama itu. Said pun terharu, “Tuan adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Abdullah bin Mubarak kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya. Akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya. “Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah Anda perbuat, sehingga Anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”

“Wah… saya sendiri tidak tahu!” kata Sa’id bin Muhafah. “Coba ceritakan bagaimana kehidupan Anda selama ini” jawab Abdullah bin Mubarak. Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.

“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
“Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syarika
laka (Ya Allah, aku datang karena panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaan-Mu dan kekuasaan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu).

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis.
Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..Ijinkan aku datang ya Allah.

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.”

“Anda suda siap berhaji, tapi Anda batal berangkat haji?” tanya Abdullah bin Mubarak.
“Benar” jawab Sa’id. Lalu sambungnya, “Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat haji saat itu dia ngidam berat”

Istriku berkata, “Suamiku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?”
“Ya sayang” kataku. “Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku,” kata istriku.

“Maka sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam orang anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan : “Tidak boleh tuan.” “Dijual berapapun akan saya beli,” kataku. “Makanan itu tidak dijual, tuan,” kata perempuan tersebut sambil berlinang mata.

Akhirnya saya bertanya, “Mengapa?” Sambil menangis, janda itu berkata : “Daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan,” katanya. Dalam hati saya berkata: “Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?”

Karena itu saya mendesaknya lagi, “Kenapa?” Lalu jawab janda tersebut, “Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi tuan, daging ini haram”.

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku. Diapun ikut menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu. “Ini masakan untukmu,” kataku. Uang peruntukan haji sebesar 350 dirham pun saya berikan kepada janda itu. ”Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi,” kataku kepada janda tersebut. Lalu aku berdoa, “Ya Allah… disinilah hajiku. Ya Allah… disinilah mekahku.”

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air matanya.

Oleh : Rahmadiyanti Rusdi

Sebagai traveler saya suka menonton video-video perjalanan para traveler lain. Favorit saya adalah Rick Steves dan Joanna Lumley. Mereka memberi insight menarik dan memotret sebuah destinasi dari sudut pandang berbeda.

Khusus Rick Steves, rasanya hampir semua video-video perjalanannya sudah saya tonton di YouTube. Rick Steves juga pernah ke Palestina. Kalau tak salah, dia melakukan perjalanan di Palestina (dan Isr43l) selama dua minggu, antara lain ke Yerusalem, Betlehem, Ramallah, dan Hebron. Setelah kembali ke AS dari perjalanan tersebut, Rick melakukan presentasi tentang Palestina di beberapa kota di AS. Tujuannya selain memberi gambaran lebih utuh dari video-video perjalanannya, juga penggalangan dana untuk Bright Stars Bethlehem, sebuah organisasi non profit yang mempromosikan perdamaian dan keadilan di Palestina. Video presentasi ini direkam di Grace Lutheran Church, Palo Alto.

Berikut yang dapat saya rangkum dari presentasi Rick Steves di video ini, yang menurut saya banyak hal menarik yang Rick sampaikan. Lumayan panjang padahal cuma rangkuman 😊. Sebagai catatan, Rick adalah warga AS, mendukung two-states solution, dan berusaha tidak mendukung salah satu (Israel atau Palestina). Dia ingin perdamaian. Meski begitu dari pemaparannya, terlihat sebenarnya dia frustrasi dengan Isra3l 😊

Mestinya video ini ditonton oleh traveler influencer yang diundang oleh Israel 1,5 tahun lalu dan sebagian menyebar mis & disinformasi tentang Palestina termasuk bujan (lebih parah). Kalau dari penerawangan saya, si bujan diundang oleh institusi yang sama.

Oke, untuk lebih jelas tonton videonya langsung di sini –> https://youtu.be/4JAQJ16W6wg.

Mohon maaf kalau ada terjemahannya kurang tepat atau salah.

  1. Pemerintah AS menyumbang/investasi dana untuk warga Israel per orang, lebih besar dibanding untuk warga Amerika Serikat sendiri.
  2. Rick tidak bisa menayangkan acaranya di TV (salah satunya di New York) karena menyebut kata “Palestine”.
  3. Ketika holocaust berakhir dan negara Isr43l berdiri pada 1947, jumlah orang Yahudi yang tewas pada holocaust sama dengan jumlah warga Yahudi di Palestina sekarang.
  4. Slogan mereka kala itu: A land without a people for a people without a land. Tapi mereka lupa… faktanya saat itu, tanah yang mereka masuki itu ada orangnya. Banyak. Mereka (orang Palestina) sudah ada di sana sejak ribuan tahun. Lalu tiba-tiba saja mereka (orang Palestina) terusir. Mereka terusir dari kampung halaman mereka.
  5. Penyebutan “teroris” atau “pejuang kemerdekaan/kebebasan” untuk orang Palestina, tergantung pada sisi mana kita berdiri.
  6. Tidak memasukkan Gaza dalam presentasi ini karena lebih complicated, lebih bikin marah.
  7. Rick menayangkan metamorfosis peta Palestina yang sejak 1946 makin menyusut (foto 1)
  8. Sebelum tahun 1967, seluruh dataran tinggi Palestina dikuasai oleh Muslim Arab. Setelah 1967 (saat Isr43l memenangi perang), mereka mulai menguasai, hingga kini. Semua dataran tinggi mereka kontrol.
  9. Tepi Barat sebenarnya milik Palestina, tapi sejak 1967, Isr43l memindahkan hampir setengah juta populasi orang Yahudi secara bertahap ke Tepi Barat. Mereka dibangunkan perumahan di bukit, rumah-rumah besar & indah dengan sekuriti ketat. Mereka rata-rata bekerja di Tel Aviv.
  10. Mereka (warga Yahudi) tak perlu melewati border crossings, sebaliknya adalah keharusan bagi tapi warga Palestina. Ini adalah cara Isr43l membuat frustrasi warga Palestina. Ratusan bahkan ribuan pelintas Palestina tiap hari harus melewati border crossings ke tempat mereka bekerja/mencari nafkah. Seringkali hanya ada 3 tentara Isr43l yang berjaga. Itupun yang dua santai minum teh dan hanya satu tentara yang mengecek warga Palestina yang akan melintas. Bukan hanya berjam-jam tapi kadang seharian, dan belum tentu mereka dapat melintas.
  11. Sangat terlihat jelas perbedaan perumahan warga Isr43l dengan warga Palestina di Tepi Barat. Rumah-rumah warga Isr43l besar-besar dengan pengamanan maksimal. Sedang rumah-rumah warga Palestina dapat ditandai dengan tandon air yang berwarna hitam. Supply air dikuasai Isr3el sehingga bila Isr43l sedang ingin mematikan akses air, ya mereka bakal mematikan begitu saja. Hal tsb membuat warga Palestina mengais-ngais air. Air yang sedikit kemudian terkena panas, bikin tandon air menghitam.
  12. Ada sebuah poster tentang promosi tur di Palestina, yang hingga kini masih ada dan saya (Rick) suka sekali dengan poster ini. Poster ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Jadi kalau ada yang bilang Palestina baru ada belakangan, poster ini membuktikan sebaliknya. (foto 2)
  13. Ada satu hal menarik di Betlehem, yang memiliki populasi orang Kristen paling banyak. Otoritas Palestina menentukan bahwa walikota harus orang Kristen. Jadi meski (andai) hanya ada satu warga beragama Kristen di Betlehem, maka dialah sang walikota.
  14. Terkait sumber air, dari peta ini terlihat jelas Palestina sama sekali tidak menguasai sumber air, tidak sungai, tidak Laut Mati, tidak Laut Mediterania (foto 3). Semua dikontrol Isr4el (Isr43l emang sialan, ini saya yang ngomong, bukan Rick)
  15. Palestina benar-benar negeri terkunci, tak punya bandara, tak punya kontrol terhadap perbatasan. Membuat Palestina tidak bisa membangun perekonomian. Kalaupun mau mencoba, tak akan bisa mendapatkan perdagangan yang adil.
  16. Isr43l membagi wilayah jajahannya di Tepi Barat menjadi 3 zona: A, B, & C. Zona A wilayah kecil yang diatur secara otonomi oleh otoritas Palestina. Zona B dan C sepenuhnya dikontrol Isr43l & hampir tak ada manusia yang menghuninya, hanya hewan ternak & jalan raya. Efeknya apa? Bila terjadi “masalah” di zona A, Isr43l dengan mudah dapat mengunci semua negeri, dengan hanya menutup zona B dan C. Tak ada pergerakan karena otomatis jalan tertutup dan tak ada aktivitas.
  17. Isr43l melakukan sesuatu yang pintar, ehm lebih tepat semacam “mean-spirited things”. Mereka secara grand design ingin membuat orang Palestina frustrasi. Jika saya (Rick) tinggal di sana, saya tentu kesal banget. (Saya: Sama, Rick, mereka bukan pintar tapi licik, busuk, jahat pangkat 1000).
  18. Bicara soal “tembok pemisah”, ada sebuah kontradiksi. Dari sisi Isr43l terlihat baik-baik saja, tapi dari sisi Palestina, tembok itu merupakan art gallery, sesuatu yang pedih (foto 4)
  19. Infrastruktur Isr43l sangat bagus, sama dengan di sini (Amerika Serikat). Seakan mereka memiliki semua uang di dunia untuk membangun infrastruktur tsb. Oh ya, salah satunya tentu saja karena mereka dapat uang pajak kita warga AS (foto 5)
  20. Di Hebron jumlah tentara jauh lebih banyak dari warga Isr43l. Mereka tinggal di kondominium yg dibangun pemerintah Isr43l, yang di bawahnya terdapat pasar dan pemukiman warga Palestina. Dan mereka dengan seenaknya buang sampah ke bawah, sehingga warga Palestina membuat jaring (foto 6 & 7).
  21. Jalan-jalan utama di Hebron ditutup oleh Isr43l, tak ada aktivitas di sana (foto 8). Masjid Ibrahim–makam Nabi Ibrahim (& istri, Sarah, Nabi Ishak & Ribqah, serta Nabi Yaqub & Liyah), dibagi 2 (foto 9). Sebagian masjid, sebagian sinagog (saya: tepatnya diduduki Isr43l, Om Rick 😊)
  22. Pada 1994 bulan Ramadhan, seorang warga Isr43l, Baruch Goldstein, melakukan pembantaian. Menembaki warga Hebron yang sedang shalat berjamaah di Masjid Ibrahim. 29 tewas (versi lain: 40 tewas dan puluhan lain luka-luka).
  23. Ada monumen “kunci” yang dibangun di beberapa kota di Palestina. Pada 1947 warga Palestina yang terusir dari kampung halamannya membawa kunci rumah mereka, berharap dapat kembali & menempati lagi rumah mereka. Tapi hingga kini tidak terjadi. (foto 10 & 11)
  24. Mereka (para orangtua) tak dapat kembali ke rumah mereka. Lalu mewariskan kunci-kunci tsb pada anak mereka. Monumen Kunci adalah simbol. Warga Palestina mungkin sadar rumah mereka telah dibuldoser oleh Isr43l, untuk memberikan “rumah” bagi warga Yahudi setelah holocaust.
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 11

Untuk foto-foto lainnya silahkan langsung klik link sumber

Sumber :

Rahmadiyanti Rusdi

Rick Steves on Israel and Palstine today

%d blogger menyukai ini: