Feeds:
Pos
Komentar

KEHORMATAN PALSU

Oleh Ustadz Satria Hadi Lubis

Suatu malam, Jalaluddin Rumi mengundang gurunya Syekh Syamsuddin Tabrizi ke rumahnya

Sang mursyid Syamsuddin pun menerima undangan itu dan datang ke kediaman Rumi.

Setelah semua hidangan makan malam siap, Syams berkata pada Rumi, “Apakah kau bisa menyediakan minuman arak untukku?”

Rumi kaget mendengarnya, “Memangnya guru juga minum?”

“Iya”, jawab Syams.

Rumi masih terkejut, ”Maaf, saya tidak mengetahui hal ini.”

“Sekarang kau sudah tahu. Maka sediakanlah.”

“Di waktu malam seperti ini, dari mana aku bisa mendapatkan arak?”

“Perintahkan salah satu pembantumu untuk membelinya.”

“Kehormatanku di hadapan para pembantuku akan hilang.”

“Kalau begitu, kau sendiri pergilah keluar untuk membeli minuman arak tersebut.”

“Seluruh kota mengenalku. Bagaimana bisa aku keluar membeli minuman haram?”

“Kalau kau memang muridku, kau harus menyediakan apa yang aku inginkan. Tanpa minum, malam ini aku tidak akan makan, tidak akan berbincang, dan tidak bisa tidur.”

Karena kecintaan pada gurunya, akhirnya Rumi memakai jubahnya, menyembunyikan botol di balik jubah dan berjalan ke arah pemukiman kaum nasrani.

Sampai sebelum ia masuk ke pemukiman tersebut, tidak ada yang berpikir macam-macam terhadapnya, namun begitu ia masuk ke pemukiman kaum nasrani, beberapa orang terkejut dan akhirnya menguntitnya dari belakang.

Mereka melihat Rumi masuk ke sebuah kedai arak. Ia terlihat membeli botol minuman kemudian ia sembunyikan di balik jubah lalu keluar.

Setelah itu ia diikuti terus oleh orang-orang yang jumlahnya bertambah banyak. Hingga sampailah Rumi di depan masjid tempat ia menjadi imam bagi masyarakat kota.

Tiba-tiba salah seorang yang mengikutinya tadi berteriak; “Ya ayyuhan naas, Syeikh Jalaluddin Rumi yang setiap hari jadi imam sholat kalian baru saja pergi ke perkampungan nasrani dan membeli minuman keras..!”

Orang itu berkata begitu sambil menyingkap jubah Rumi. Khalayak melihat botol yang dipegang Rumi. “Orang yang mengaku ahli zuhud dan kalian menjadi pengikutnya ini membeli arak dan akan dibawa pulang!”, orang itu berkata lantang dan provokatif.

Orang-orang mulai marah besar bergantian meludahi muka Rumi dan memukulinya hingga surban yang ada di kepalanya lengser ke leher.

Melihat Rumi yang hanya diam saja tanpa melakukan pembelaan, orang-orang semakin yakin bahwa selama ini mereka ditipu oleh kebohongan Rumi tentang zuhud dan takwa yang diajarkannya.

Mereka tidak kasihan lagi untuk terus menghajar Rumi hingga ada juga yang berniat membunuhnya.

Tiba-tiba terdengarlah suara Syams Tabrizi, “Wahai orang-orang tak tahu malu. Kalian telah menuduh seorang alim dan faqih dengan tuduhan minum khamr, ketahuilah bahwa yang ada di botol itu adalah cuka untuk bahan masakan.”

Seseorang dari mereka masih mengelak dan bicara menantang.

“Itu bukan cuka, itu arak. Saya lihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa Rumi membelinya di kedai arak”, katanya

Lalu Syams mengambil botol dan membuka tutupnya. Dia meneteskan isi botol di tangan orang-orang agar menciumnya.

Mereka terkejut karena yang ada di botol itu memang benar-benar cuka.

Rupanya sang guru sebelum pergi ke rumah Rumi terlebih dahulu mampir ke toko minuman arak tersebut dan berpesan jika Rumi datang membeli arak maka berikanlah botol ini padanya, (botol yang terlebih dulu sudah di isi cuka oleh sang guru).

Mereka lalu memukuli kepala mereka sendiri sebagai tanda penyesalan dan meminta maaf kepada Rumi. Lalu pelan-pelan mereka pergi satu demi satu sambil menahan malu.

Rumi berkata pada Syams,
“Malam ini kau membuatku terjerumus dalam masalah besar sampai aku harus menodai kehormatan dan nama baikku sendiri di depan umatku. Apa maksud semua ini?”

“Agar kau mengerti bahwa kehormatan umat dan wibawa yang kau banggakan ini hanya khayalan semata.

Kau pikir penghormatan orang-orang awam seperti mereka ini sesuatu yang abadi..?

Padahal kau lihat sendiri, hanya karena dugaan satu botol minuman saja semua penghormatan itu sirna dan mereka jadi meludahimu, memukuli kepalamu dan hampir saja membunuhmu.

Inikah penghormatan yang selama ini kau bangga-banggakan dan perjuangkan yang akhirnya lenyap hanya dalam sesaat.

Maka mulai hari ini berhentilah untuk mencari penghormatan dari sesama manusia dan bersandarlah pada Zat yang tidak tergoyahkan oleh waktu dan tidak terpatahkan oleh perubahan zaman.

Mulai hari ini bersandarlah hanya kepada Allah SWT saja. Dia Yang Maha Tahu Siapa manusia yang benar-benar terhormat dan siapa yang palsu.” kata Syekh Syams menasehati muridnya.

Semoga kita dapat memetik hikmahnya.

Oleh : Ust. Satria Hadi Lubis

Ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al Hanzhali al Marwazi ulama terkenal di Mekah yang menceritakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit. Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima?”
“Tidak satupun”

Percakapan ini membuat Abdullah gemetar. “Apa?” ia menangis dalam mimpinya. “Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia?”

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah.”
“Kok bisa?” kata malaikat.
“Itu kehendak Allah,” jawab malaikat yang satunya lagi.
“Siapa orang tersebut?” kata malaikat pertama. “Dialah Sa’id bin Muhafah tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang),” jawab malaikat yang satunya lagi.

Mendengar ucapan itu, Abdullah bin Mubarak langsung terbangun. Sepulang haji, ia tidak langsung pulang ke rumah, tapi langsung menuju kota Damsyiq, Siria. Sampai disana, ia langsung mencari tukang sol sepatu yang disebut malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ditanya, apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah.

“Ada, di tepi kota” Jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya. Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh, “Benarkah Anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Abdullah bin Mubarak. “Betul, siapa tuan?” jawab Sa’id. “Aku Abdullah bin Mubarak,” kata ulama itu. Said pun terharu, “Tuan adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya?”

Sejenak Abdullah bin Mubarak kebingungan, dari mana ia memulai pertanyaannya. Akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya. “Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah Anda perbuat, sehingga Anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur?”

“Wah… saya sendiri tidak tahu!” kata Sa’id bin Muhafah. “Coba ceritakan bagaimana kehidupan Anda selama ini” jawab Abdullah bin Mubarak. Maka Sa’id bin Muhafah bercerita.

“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
“Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. Laa syarika
laka (Ya Allah, aku datang karena panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala ni’mat dan puji adalah kepunyaan-Mu dan kekuasaan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu).

Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis.
Ya allah aku rindu Mekah. Ya Allah aku rindu melihat kabah. Ijinkan aku datang…..Ijinkan aku datang ya Allah.

Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan. Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.”

“Anda suda siap berhaji, tapi Anda batal berangkat haji?” tanya Abdullah bin Mubarak.
“Benar” jawab Sa’id. Lalu sambungnya, “Istri saya hamil, dan sering ngidam. Waktu saya hendak berangkat haji saat itu dia ngidam berat”

Istriku berkata, “Suamiku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?”
“Ya sayang” kataku. “Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini. Mintalah sedikit untukku,” kata istriku.

“Maka sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam orang anaknya. Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya.

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan : “Tidak boleh tuan.” “Dijual berapapun akan saya beli,” kataku. “Makanan itu tidak dijual, tuan,” kata perempuan tersebut sambil berlinang mata.

Akhirnya saya bertanya, “Mengapa?” Sambil menangis, janda itu berkata : “Daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan,” katanya. Dalam hati saya berkata: “Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim?”

Karena itu saya mendesaknya lagi, “Kenapa?” Lalu jawab janda tersebut, “Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah tidak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak. Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi tuan, daging ini haram”.

Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya pulang. Saya ceritakan kejadian itu pada istriku. Diapun ikut menangis, kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu. “Ini masakan untukmu,” kataku. Uang peruntukan haji sebesar 350 dirham pun saya berikan kepada janda itu. ”Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi,” kataku kepada janda tersebut. Lalu aku berdoa, “Ya Allah… disinilah hajiku. Ya Allah… disinilah mekahku.”

Mendengar cerita tersebut Abdullah bin Mubarak tak bisa menahan air matanya.

Oleh : Rahmadiyanti Rusdi

Sebagai traveler saya suka menonton video-video perjalanan para traveler lain. Favorit saya adalah Rick Steves dan Joanna Lumley. Mereka memberi insight menarik dan memotret sebuah destinasi dari sudut pandang berbeda.

Khusus Rick Steves, rasanya hampir semua video-video perjalanannya sudah saya tonton di YouTube. Rick Steves juga pernah ke Palestina. Kalau tak salah, dia melakukan perjalanan di Palestina (dan Isr43l) selama dua minggu, antara lain ke Yerusalem, Betlehem, Ramallah, dan Hebron. Setelah kembali ke AS dari perjalanan tersebut, Rick melakukan presentasi tentang Palestina di beberapa kota di AS. Tujuannya selain memberi gambaran lebih utuh dari video-video perjalanannya, juga penggalangan dana untuk Bright Stars Bethlehem, sebuah organisasi non profit yang mempromosikan perdamaian dan keadilan di Palestina. Video presentasi ini direkam di Grace Lutheran Church, Palo Alto.

Berikut yang dapat saya rangkum dari presentasi Rick Steves di video ini, yang menurut saya banyak hal menarik yang Rick sampaikan. Lumayan panjang padahal cuma rangkuman 😊. Sebagai catatan, Rick adalah warga AS, mendukung two-states solution, dan berusaha tidak mendukung salah satu (Israel atau Palestina). Dia ingin perdamaian. Meski begitu dari pemaparannya, terlihat sebenarnya dia frustrasi dengan Isra3l 😊

Mestinya video ini ditonton oleh traveler influencer yang diundang oleh Israel 1,5 tahun lalu dan sebagian menyebar mis & disinformasi tentang Palestina termasuk bujan (lebih parah). Kalau dari penerawangan saya, si bujan diundang oleh institusi yang sama.

Oke, untuk lebih jelas tonton videonya langsung di sini –> https://youtu.be/4JAQJ16W6wg.

Mohon maaf kalau ada terjemahannya kurang tepat atau salah.

  1. Pemerintah AS menyumbang/investasi dana untuk warga Israel per orang, lebih besar dibanding untuk warga Amerika Serikat sendiri.
  2. Rick tidak bisa menayangkan acaranya di TV (salah satunya di New York) karena menyebut kata “Palestine”.
  3. Ketika holocaust berakhir dan negara Isr43l berdiri pada 1947, jumlah orang Yahudi yang tewas pada holocaust sama dengan jumlah warga Yahudi di Palestina sekarang.
  4. Slogan mereka kala itu: A land without a people for a people without a land. Tapi mereka lupa… faktanya saat itu, tanah yang mereka masuki itu ada orangnya. Banyak. Mereka (orang Palestina) sudah ada di sana sejak ribuan tahun. Lalu tiba-tiba saja mereka (orang Palestina) terusir. Mereka terusir dari kampung halaman mereka.
  5. Penyebutan “teroris” atau “pejuang kemerdekaan/kebebasan” untuk orang Palestina, tergantung pada sisi mana kita berdiri.
  6. Tidak memasukkan Gaza dalam presentasi ini karena lebih complicated, lebih bikin marah.
  7. Rick menayangkan metamorfosis peta Palestina yang sejak 1946 makin menyusut (foto 1)
  8. Sebelum tahun 1967, seluruh dataran tinggi Palestina dikuasai oleh Muslim Arab. Setelah 1967 (saat Isr43l memenangi perang), mereka mulai menguasai, hingga kini. Semua dataran tinggi mereka kontrol.
  9. Tepi Barat sebenarnya milik Palestina, tapi sejak 1967, Isr43l memindahkan hampir setengah juta populasi orang Yahudi secara bertahap ke Tepi Barat. Mereka dibangunkan perumahan di bukit, rumah-rumah besar & indah dengan sekuriti ketat. Mereka rata-rata bekerja di Tel Aviv.
  10. Mereka (warga Yahudi) tak perlu melewati border crossings, sebaliknya adalah keharusan bagi tapi warga Palestina. Ini adalah cara Isr43l membuat frustrasi warga Palestina. Ratusan bahkan ribuan pelintas Palestina tiap hari harus melewati border crossings ke tempat mereka bekerja/mencari nafkah. Seringkali hanya ada 3 tentara Isr43l yang berjaga. Itupun yang dua santai minum teh dan hanya satu tentara yang mengecek warga Palestina yang akan melintas. Bukan hanya berjam-jam tapi kadang seharian, dan belum tentu mereka dapat melintas.
  11. Sangat terlihat jelas perbedaan perumahan warga Isr43l dengan warga Palestina di Tepi Barat. Rumah-rumah warga Isr43l besar-besar dengan pengamanan maksimal. Sedang rumah-rumah warga Palestina dapat ditandai dengan tandon air yang berwarna hitam. Supply air dikuasai Isr3el sehingga bila Isr43l sedang ingin mematikan akses air, ya mereka bakal mematikan begitu saja. Hal tsb membuat warga Palestina mengais-ngais air. Air yang sedikit kemudian terkena panas, bikin tandon air menghitam.
  12. Ada sebuah poster tentang promosi tur di Palestina, yang hingga kini masih ada dan saya (Rick) suka sekali dengan poster ini. Poster ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Jadi kalau ada yang bilang Palestina baru ada belakangan, poster ini membuktikan sebaliknya. (foto 2)
  13. Ada satu hal menarik di Betlehem, yang memiliki populasi orang Kristen paling banyak. Otoritas Palestina menentukan bahwa walikota harus orang Kristen. Jadi meski (andai) hanya ada satu warga beragama Kristen di Betlehem, maka dialah sang walikota.
  14. Terkait sumber air, dari peta ini terlihat jelas Palestina sama sekali tidak menguasai sumber air, tidak sungai, tidak Laut Mati, tidak Laut Mediterania (foto 3). Semua dikontrol Isr4el (Isr43l emang sialan, ini saya yang ngomong, bukan Rick)
  15. Palestina benar-benar negeri terkunci, tak punya bandara, tak punya kontrol terhadap perbatasan. Membuat Palestina tidak bisa membangun perekonomian. Kalaupun mau mencoba, tak akan bisa mendapatkan perdagangan yang adil.
  16. Isr43l membagi wilayah jajahannya di Tepi Barat menjadi 3 zona: A, B, & C. Zona A wilayah kecil yang diatur secara otonomi oleh otoritas Palestina. Zona B dan C sepenuhnya dikontrol Isr43l & hampir tak ada manusia yang menghuninya, hanya hewan ternak & jalan raya. Efeknya apa? Bila terjadi “masalah” di zona A, Isr43l dengan mudah dapat mengunci semua negeri, dengan hanya menutup zona B dan C. Tak ada pergerakan karena otomatis jalan tertutup dan tak ada aktivitas.
  17. Isr43l melakukan sesuatu yang pintar, ehm lebih tepat semacam “mean-spirited things”. Mereka secara grand design ingin membuat orang Palestina frustrasi. Jika saya (Rick) tinggal di sana, saya tentu kesal banget. (Saya: Sama, Rick, mereka bukan pintar tapi licik, busuk, jahat pangkat 1000).
  18. Bicara soal “tembok pemisah”, ada sebuah kontradiksi. Dari sisi Isr43l terlihat baik-baik saja, tapi dari sisi Palestina, tembok itu merupakan art gallery, sesuatu yang pedih (foto 4)
  19. Infrastruktur Isr43l sangat bagus, sama dengan di sini (Amerika Serikat). Seakan mereka memiliki semua uang di dunia untuk membangun infrastruktur tsb. Oh ya, salah satunya tentu saja karena mereka dapat uang pajak kita warga AS (foto 5)
  20. Di Hebron jumlah tentara jauh lebih banyak dari warga Isr43l. Mereka tinggal di kondominium yg dibangun pemerintah Isr43l, yang di bawahnya terdapat pasar dan pemukiman warga Palestina. Dan mereka dengan seenaknya buang sampah ke bawah, sehingga warga Palestina membuat jaring (foto 6 & 7).
  21. Jalan-jalan utama di Hebron ditutup oleh Isr43l, tak ada aktivitas di sana (foto 8). Masjid Ibrahim–makam Nabi Ibrahim (& istri, Sarah, Nabi Ishak & Ribqah, serta Nabi Yaqub & Liyah), dibagi 2 (foto 9). Sebagian masjid, sebagian sinagog (saya: tepatnya diduduki Isr43l, Om Rick 😊)
  22. Pada 1994 bulan Ramadhan, seorang warga Isr43l, Baruch Goldstein, melakukan pembantaian. Menembaki warga Hebron yang sedang shalat berjamaah di Masjid Ibrahim. 29 tewas (versi lain: 40 tewas dan puluhan lain luka-luka).
  23. Ada monumen “kunci” yang dibangun di beberapa kota di Palestina. Pada 1947 warga Palestina yang terusir dari kampung halamannya membawa kunci rumah mereka, berharap dapat kembali & menempati lagi rumah mereka. Tapi hingga kini tidak terjadi. (foto 10 & 11)
  24. Mereka (para orangtua) tak dapat kembali ke rumah mereka. Lalu mewariskan kunci-kunci tsb pada anak mereka. Monumen Kunci adalah simbol. Warga Palestina mungkin sadar rumah mereka telah dibuldoser oleh Isr43l, untuk memberikan “rumah” bagi warga Yahudi setelah holocaust.
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 11

Untuk foto-foto lainnya silahkan langsung klik link sumber

Sumber :

Rahmadiyanti Rusdi

Rick Steves on Israel and Palstine today

Doa untuk Palestina

Umat Islam itu bagai jasad yang satu, jika salah satu tubuh sakit maka seluruh tubuh akan merasakannya, seluruh tubuh akan berusaha untuk mengobati & menghilangkan sakitnya. Begitulah solidaritas umat Islam yang amat ditakui oleh musuh-musuhnya.

Bantulah tubuh kalian dengan informasi dan doa. Orang yang paling lemah adalah yang tak mampu untuk berdoa

(twitulama)

Murahan!

Oleh : Ustadz Salim A. Fillah

Ada portal sejarah menulis, ‘Hamas dibentuk dan didanai Israel’, tapi yang dikutip sumber Israel semua. Orang semacam ini pasti dulu akan jauh lebih semangat menulis, ‘Soekarno-Hatta kolaborator Jepang! BPUPKI dan PPKI antek-antek Jepang!”

Ya, BPUPKI dan PPKI memang bentukan Jepang. Tapi kita tahu anggotanya semua pejuang. Kalau Hamas? Cuma pengakuan pejabat Israel kan yang bilang dibentuk dan didanai? Sudah tahu riwayat hidup Syaikh Ahmad Yasin?

Ada yang dengan bersemangat berteriak, “Hamas bentukan Iran! Syi’ah!”, dasarnya video tokoh Iran bilang “Hamas adalah bagian dari kami!” Percaya? Kenapa nggak sekalian percaya ketika mereka bilang Sayyidina ‘Ali, Hasan, dan Husain bagian dari mereka?

Ada yang fanatisme kelompok menjadikannya berkata, “Mereka Ikhwanul Muslimin, jangan dibantu!”, tanpa sadar bahwa tidak membantu sesama mukmin bisa menjadikan mereka Ikhwanul Kafirin.

Ada portal berita menulis, ‘Pemimpin Hamas hidup mewah’. Saya sih kenalnya yang di foto ini, yang dengan segala kesahajaan dicintai rakyatnya.

Setiap ada agresi; kakitangan penjajah memang bertugas membunuh karakter para pejuang. Dan segala fitnah tentang Hamas akan ramai pekan-pekan ini. Sudah lihat kontradiksinya satu sama lain? Maka semuanya murahan!

Satu-satunya yang tidak murahan adalah ini:

لاَ تَزَالُ طَاِئفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ لِعَدُوِّهِمْ قَاهِرِيْنَ لاَيَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلاَّ مَا أَصَابَهُمْ مِنَ اْلأَوَاءِ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَالِكَ قَالُوْا ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَأَيْنَ هُمْ؟ قَالَ بَيْتُ الْمُقَدَّسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمُقَدَّسِ⁣

“Akan senantiasa ada dari umatku kelompok yang tegak menolong kebenaran atas musuh mereka. Orang-orang yang menyelisihi mereka takkan membahayakan mereka kecuali orang yang tertimpa cobaan sampai datang ketetapan Allah dan mereka teguh dalam keadaan demikian. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulallah, di manakah mereka?’ Beliau ﷺ menjawab, ‘Baitul Muqaddas dan sekitar Baitul Muqaddas.” (HR Ahmad)

Semoga kita termasuk di antara mereka, mendukung dan menolong mereka, bukan menyelisihi dan menggembosi.

#copas

Oleh : Cahyadi Takariawan

Hidup di dunia itu sangat singkat. Saat lahir, kita diadzankan. Saat mati, kita dishalatkan. Kehidupan di dunia, hanyalah sebatas jarak antara adzan dan shalat. Sangat singkat.

Dalam waktu yang sangat pendek tersebut –antara adzan dan shalat, apakah yang kita lakukan? Untuk apa waktu kita habiskan? Untuk apa tenaga kita kontribusikan? DI jalan apa kita menikmati kehidupan?

Lihat orang-orang salih zaman dulu, bagaimana mereka menghabiskan waktu.

Muhammad bin Hasan (132-189 H), salah seorang murid Imam Abu Hanifah, tidak tidur malam kecuali sedikit. Di sampingnya selalu ada buku. Jika bosan dengan satu buku, ia akan membaca buku yang lain.

Al-Baqilani tidak tidur malam sebelum selesai menulis sebanyak 35 lembar. Kebiasaan beliau adalah shalat 20 rakaat setiap malam.

‘Isham bin Yusuf al-Balkhi (w. 215 H), seorang ahli fiqh dan hadits, rela membeli sebuah pena dengan harga mahal. Ia menyatakan, umur manusia begitu pendek, sementara ilmu begitu banyak. Sudah seharusnya penuntut ilmu tidak menyia-nyiakan waktunya.

Seorang ahli hadits, ‘Ubaid bin Ya’isy, guru dari Imam Bukhari dan Muslim, terbiasa makan malam dengan disuapi oleh saudarinya. Tangan beliau sibuk menulis hadits. Tidak ada waktu untuk menyentuh makanan.

Muhammad bin Suhnun al-Qairuwani (202-256 H), disuapi makan malam oleh pelayannya, sementara Ibnu Suhnun sendiri sibuk menulis kitab.

Abu Raihan al-Biruni (362-440 H), ahli di bidang matematika, astronomi, kedokteran, sejarah, bahasa dan sastra. Beliau rajin belajar, tangannya hampir tidak pernah lepas dari pena. Waktu dihabiskan untuk belajar, mengajar dan menulis.

Ibnu Jarir ath-Thabari (224-310 H), seorang ahli tafsir, hadits dan sejarah, menuliskan tafsir Alquran sebanyak 30 ribu halaman. Beliau menyibukkan dirinya dengan belajar, mengajar, membaca dan menulis. Rata-rata menulis 40 halaman setiap harinya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (661-728 H), meninggal di usia 57 tahun dengan karya tulis kurang lebih 500 jilid. Waktunya dimanfaatkan untuk belajar, mengajar dan ibadah. Saat sakit, dokter menyarankan agar beristirahat. Tapi beliau malah sibuk membaca buku. Ibnu Taimiyah berkata, bukankah diri seseorang akan menguat jika dia bahagia? Dokter membenarkan.

Al-Hafizh al-Mundziri (581-656 H), menulis sangat banyak kitab, terdiri 90 jilid dan 700 juz, di luar karya lainnya. Tetangganya berkata bahwa setiap malam di rumah al-Mundziri terlihat cahaya terang. Bahkan saat makan pun, di hadapannya ada buku.

Ibnu Malik (600-672 H), seorang ahli gramatika Arab, penulis Alfiyah. Orang melihat Ibnu Malik selalu dalam keadaan shalat, membaca, atau menulis kitab.

Imam Nawawi (631-649 H), meninggal di usia 45 tahun. Jika dihitung, rata-rata beliau menulis empat buku tulis setiap harinya.

Imam Ibnu Nafis (610-687 H), seorang dokter terkemuka di masanya, banyak menulis kitab. Ketika beliau sedang di kamar mandi, tiba-tiba beliau dapat pembahasan atau inspirasi tentang kedokteran, maka beliau keluar dari kamar mandi untuk mencatat inspirasinya, kemudian masuk ke kamar mandi lagi.

Yahya bin Mu’in, beliau menulis sejuta hadits. Setiap satu hadits ditulis lima puluh kali. Ia berkata: tulislah apa yang kamu dengar, kemudian kumpulkan. Jika hendak meriwayatkan hadits, para periksalah terlebih dahulu.

Al-Jahizh Amru bin Bahr (163-255 H), seorang sastrawan, menteri dalam pemerintahan Khalifah Mutawakkil, bilamana memegang sebuah buku, maka ia akan membacanya dari awal sampai selesai. Waktunya dihabiskan untuk membaca dan menulis.

Sulaim ar-Razy (w. 447 H), menghabiskan waktu dengan membaca, menulis, dan menyalin. Ketika tangan menulis, maka lidahnya berzikir. Itu semua beliau lakukan agar tidak ada yang waktu yang terlewat.

Khatib al-Baghdadi (392-463 H),ahli hadits dan sejarawan Baghdad, berjalan sambil membaca kitab.

Ibnu Aqil al-Hanbali (431-513 H), senantiasa mudzakarah ilmu dan sangat banyak membaca. Saat usia 80-an tahun, semangatnya melebihi anak muda 20 tahun. Beliau menulis banyak kitab, baik di bidang tafsir, fiqh, ushul fiqh, ushuluddin, nahwu, bahasa dan sastra, sejarah, dan lainnya.

Ibnu Aqil lebih memilih memakan kue basah ketimbang makan roti, untuk efisiensi waktu. Bagi beliau waktu adalah modal utama. Sebaik-baik pemanfaatan waktu dan taqarrub kepada Allah adalah menuntut ilmu, karena akan mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya.

Ibnu Jauzi (508-597 H), menulis kitab lebih dari 500 judul, dengan jumlah 2000 jilid. Jika karya Ibnu Jauzi dibagi dengan umurnya, maka rata-rata perhari ia menulis 9 buku tulis.

Imam Alusi (1217-1270 H), seorang mufassir dan mufti Baghdad. Mengajar 24 pelajaran dalam sehari. Siangnya digunakan untuk mengajar, malamnya untuk menulis.

Jadi, di mana hangusnya waktumu? Sedangkan liang kubur sudah menunggu.

Bahan Bacaan

Nur Hidayatullah, Cara Ulama Memanfaatkan Wakti, https://alif.id, 15 Juni 2020

#copas

Doa untuk Palestina

Oleh: Dr. Jasim Al-Muthawwa

Apabila anak Anda bertanya kepada Anda, mengapa Anda memberikan perhatian kepada Palestina dan selalu mengikuti berita Baitul Maqdis? Apa yang anda bicarakan? Apa jawaban Anda? Saya sarankan pembaca sebelum menyelesaikan tulisan ini berhenti sejenak dan memikirkan jawaban yang akan diungkapkan kepada anak andai ditanya pertanyaan ini.

Anda bisa menggunakan (25) informasi penting ini untuk diketahui anak-anak kita tentang Palestina dan Baitul Maqdis, sehingga mereka tahu mengapa kita peduli terhadap Palestina dan apa yang terjadi di sana, dan saya menyarankan pembaca untuk membacakan artikel kepada anak-anaknya, atau mengirim link ke mereka melalui (WhatsApp) agar membacanya sehingga mereka mengetahui walaupun kita sibuk dengan urusan dunia, namun Palestina tetap masalah kita pertama setelah berperan menyadarkan kaum muslimin dan mengajari mereka.

(1) Ceritakan kepada anak Anda, “Wahai anakku, sesungguhnya Palestina adalah tempat tinggal para Nabi.

(2)Nabi kita Ibrahim AS hijrah ke Palestina.

(3)Nabi Luth AS diselamatkan oleh Allah dari azab yang turun pada kaumnya menuju bumi yang diberkahi, bumi Palestina.

(4)Nabi Daud AS tinggal di Palestina dan membangun mihrabnya,

(5)dan Nabi Sulaiman AS memerintah seluruh dunia dari Palestina, kisahnya yang populer dengan semut dan berkata :
“Hai semut masuklah ke tempat tinggal kalian” , tempat yang disebut dengan wadi an-naml (lembah semut) di Palestina dekat (‘Asqalan).

(6)Di Palestina juga terdapat mihrab Zakaria AS ,

(7)sebagaimana Musa AS meminta kaumnya memasuki Bumi Muqaddasah, ia menamakan dengan Al-Muqaddasah, yakni (suci) dari syirik, dan dijadikan tempat tinggal para Nabi.

(8)Banyak mukjizat yang terjadi di dalamnya diantaranya

(9)kelahiran Nabi Isa dari ibunya Maryam, seorang gadis kecil tanpa suami, dan Allah mengangkatnya ketika Bani Israil sepakat untuk membunuhnya.

(10)Di Palestina Maryam menggoyang batang pohon kurma setelah kelahirannya dalam kondisi paling lemahnya wanita.

(11)Termasuk tanda-tanda akhir zaman di Palestina, Isa akan turun di menara putih,

(12)dan akan membunuh Dajjal di gerbang Lod Palestina,

(13)dan itu adalah tanah Mahsyar dan Mansyar,

(14)dan Ya’juj dan Ma’juj akan dibunuh di bumi Palestina di akhir zaman, serta banyak cerita lain terjadi di Palestina,

(15)diantaranya kisah Thalut dan Jalut.

(16)Anak saya bertanya, “Bagaimana dengan Nabi ﷺ dan hubungannya dengan Palestina?”
Saya jawab, “Dulu kiblat pada awal diperintahkannya shalat menghadap ke Palestina, dan ketika Nabi hijrah ke Madinah malaikat Jibril turun dan beliau sedang shalat, Jibril memerintahkan untuk mengubah kiblat dari Baitul Maqdis ke Mekah Al-Mukarramah lalu masjid tempat beliau shalat dinamakan masjid Dzulqiblatain (dua kiblat).

(17)Demikian juga ketika Rasulullah melakukan Isra’, beliau pergi ke Baitul Maqdis sebelum Mi’raj ke langit. Inilah terminal pertama

(18)Beliau berhenti setelah berangkat dari Mekah menuju langit, dan beliau menjad imam shalat para Nabi, karenanya tempat ini menjadi maqar para Nabi.

(19)Abu Dzar Ra, bertanya kepada Rasullah, “Masjid mana yang pertama diletakkan oleh Allah dimuka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.” Aku bertanya lagi, “Kemudian masjid mana?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Aku bertanya lagi, “Berapa jarak antara keduanya?” Beliau menjawab, “Empat puluh tahun.” Kemudian beliau bersabda, “Dimanapun shalat menjumpaimu maka shalatlah, dan bumi bagi kalian adalah masjid.”

(20)Wahai anakku, Apakah kamu tahu bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra. meskipun sibuk dengan masalah kemurtadan orang-orang Arab di Jazirah Arab dengan memobilisasi pasukan untuk memerangi mereka agar kembali ke Islam yang benar, beliau tidak membatalkan pasukan yang diperintahkan Nabi untuk pergi ke Syam, meskipun membutukan kekuatan untuk mengembalikan stabilitas Jazirah.

(21)Apakah kamu tahu masa keemasan penaklukan Islam di masa Umar Al-Faruq Ra, beliau tidak pernah keluar dari Madinah untuk merayakan penaklukan (pembukaan) negeri kecuali Palestina, beliau pergi ke sana sendiri dan membukanya dengan damai, shalat di dalamnya dan menerima kunci untuk menyelamatkan orang-orang Nasrani dari penindasan orang-orang Romawi saat itu.

(22)Kemudian dibuka lagi oleh Shalahuddin di hari bersejarah tahun 583 H hari Jumat bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, tanggal yang sama dengan malam mi’rajnya Nabi ke langit melalui Baitul Maqdis. Ini merupakan kesamaan yang ajaib dimana Allah memudahkan pengembalian Al-Quds kepada pemiliknya sama seperti waktu Isra’ dan Mi’raj.

(23)Anak saya bertanya, “Kenapa dinamakan Baitul Maqdis dengan nama ini?” Saya menjawab, “Nama ini telah ada sebelum turunnya Al-Qur’an, ketika Al-Qur’an diturunkan ia disebut Masjid Al-Aqsha, dan dinamakan Baitul Maqdis karena kesuciannya yang istimewa. Karena itu, tanah Palestina dan Syam adalah tanah Ribath, telah syahid di dalamnya 5000 dari kalangan para sahabat mulia, mereka antusias untuk membuka Baitul Maqdis dan membebaskannya dari penindasan Romawi.

(24)Para syuhada’ masih berguguran sampai hari ini, inilah tanah para syuhada’ dan tanah ribath.”

(25)Anakku berkata, “Jadi pentingnya Masjid Al-Aqsha dan bumi Syam seperti pentingnya Haramain, Mekkah dan Madinah, bukankah seperti itu yah?”
Saya menjawab, “Ya, anakku. Allah ﷻ mengumpulkan keduanya dalam firman-Nya :
“Demi buah Tin dan buah Zaitun. Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota Mekah ini yang aman.” (At-Tin: 1-3).

Ibnu Abbas berkata: At-Tin adalah negeri Syam, Az-Zaitun negeri Palestina, bukit Sinai adalah gunung di mana Allah berbicara kepada Musa AS di Mesir, dan al-Balad al-Amin adalah Mekah Al-Mukarramah.
Allah ﷻ berfirman :
“Dan sungguh kami telah tetapkan dalam kitab-kitab setelah di catat di Lauh Mahfuzh bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaku yang shaleh.” (Al-Anbiya’: 105)

salah satu tafsirnya bahwa umat Muhammad mewarisi tanah suci.

Anakku berkata, “Sekarang aku paham pentingnya Palestina dan Masjid Al-Aqsha, sebagaimana aku paham bahwa shalat didalamnya dilipatgandakan menjad 500 kali lipat, apakah ini benar?” Saya menjawab, “Ya, itu benar, dan jangan kamu lupakan anak-anak palestina dan penduduknya dari do’amu. Semoga Allah memberkahimu nak.”

Kuttab Al-Fatih Surabaya


Jika ada yang bertanya pada anda tentang palestina, katakanlah,

“Di Palestina ada syahid,
yang ditolong oleh tenaga medis yang syahid,
diiringi ke pemakaman oleh yang syahid
lalu di sholatkan oleh yang syahid.

Palestina adalah negeri subur yang di sirami oleh darah syuhada.”



@prouchannel

Di antara tarbiyah Ramadhan yang diharapkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla adalah selain “la’allakum tattaqun” “supaya kita bertaqwa” dan “la’allakum tasykurun” di ayat ke 185 “supaya kita bersyukur,” di ayat ke 186 surat Al-Baqarah ada kata-kata “la’allahum yarsyudun” “supaya senantiasa mendapatkan bimbingan Allah ﷻ.”

Dalam sebuah hadits Qudsi, Nabi ﷺ bersabda.. Allah ﷻ berfirman, “Hamba-hambaKu terus mendekatkan diri kepadaKu dengan yang fardhu-fardhu dan mereka terus mendekatkan diri dengan yang sunnah sampai Aku mencintai mereka.

“Kalau Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi mata yang dia gunakan untuk melihat, menjadi telinga yang dia gunakan untuk mendengar, menjadi lisan yang dia gunakan untuk bicara, menjadi tangan yang dia gunakan untuk bertindak, menjadi kaki yang dia gunakan untuk melangkah.”

Itulah saat terindah; terbimbing dalam hidup ketika semua anggota tubuh kita bergerak karena Allah ﷻ. Seluruh anggota tubuh kita bergerak dalam bimbingan Allah ﷻ.

Semoga Ramadhan kita mengantarkan kita menjadi orang yang terbimbing.

🎙@salimafillah
📺 @prouchannel

Bersabarlah

Hingga nanti para malaikat yang mulia akan mengucapkanmu salam

سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ

“Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu

“Keselamatan untuk kalian, kalian selamat dari berbagai kesulitan atas kesabaran yang telah kalian dalam ketaatan dan ketakwaan, kesabaran dalam meninggalkan maksiat”. Maka alangkah baiknya surga ini sebagai tempat tinggal bagi kalian wahai orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan

Referensi: https://tafsirweb.com

✍️ Herlina Sjaifuddin

%d blogger menyukai ini: